Sang Ombak
Sang Ombak…
Suara gemuruh mu
bagaikan melodi dalam sebuah nada kehidupan, angin yang bertiup kencang terus
mendorong mu mencapai tepi pantai yang terus memperlihatkan keindahan mu, kau
buat semua mata insan tertuju pada indahnya pesona mu, kau buat semuanya untuk
ikut andil dalam atraksi gelombang syahdu namun berbahaya itu, namun, tetap,
hanya kamu lah yang menjadi permata indah itu.
Sang Ombak…
Terkadang aku
iri, dan ingin menjadi seperti mu, namun aku takut jika aku di bilang tidak
mensyukuri ciptaan Tuhan yang sempurna ini. Engkau berada di alam bebas yang
layak untuk engkau dapatkan dan engkau bergerak sesuai dengan keindahan yang ingin
engkau pertunjukkan, tapi bukan seperti aku, ada kebebasan namun dengan segala
keterbatasan.
Hey Sang Ombak…
Di sana ternyata
engkau tidak sendiri, ada terumbuh karang yang indah yang selalu menemani. Di
tepi pantai, kalian sambut kami dengan jernihnya air yang semakin menampakkan
keindahan kalian, bagaikan dua kolaborasi yang memang sangat serasi. Rasanya
aku ingin ikut bersama kalian, menciptakan suasana indah yang selalu
mengagumkan dan sangat mengesankan, yang selalu menciptakan kenangan indah
bersama mereka, dia dan kita yang takkan terlupakan.
Hey Sang Ombak…
Walaupun aku tau
aku takkan bisa menjadi seperti mu, namun aku juga tau jika aku juga bisa
menjadi permata indah seperti mu. Kita harus berjanji, jika suatu saat kita
akan menciptakan suatu hal yang luar biasa, sehingga menjadikan sebuah kenangan
yang pantas untuk dikenang. Ku harap suatu saat nanti kita akan melakukan
kolaborasi yang lebih indah dari yang pernah engkau tunjukkan pada ku seperti
saat ini.
See you goodbye sang Ombak… J