Bab II PERANAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT BANK
BAB II
PERANAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN BANK
Setiap tingkat manajemen di dalam melaksanakan tugas sehari-hari akan dihadapkan dengan tiga fungsi pokok yaitu :
1. Fungsi perencanaan
2. Fungsi pelaksanaan
3. Fungsi pengawasan
Masing-masing fungsi ini melekat erat pada diri setiap manajer dan dari ketiga fungsi tersebut juga saling berkaitan antara satu sama lainnya. Untuk melaksanakan ketiga fungsi manajemen tersebut dapat ditempuh dengan salah satu alat yang di sebut dengan ANGGARAN, terutama pada fungsi perencanaan dan fungsi penawaran.
Terdapat sebuah statement dari WILLIAM B CARR President Bank Administration Institute. A bank operating wiyhout a profit plan is something like a sailor going to sea in a boat without a rudder. Secara garis besar dapat diuraikan perbandingan antara Management Activity dengan Budgetign Activity sebagai berikut :
Management Activity and Profit Planning Activity (Budgeting Activity)
1. Planning = Penetapan sasaran dan tujuan perusahaan pengumpulan data intern dan ekstern yang diperlukan untuk planning, mengadakan evaluasi dari berbagai alternatif dalam proses pemilihan Plan of action, pengembangan dan persetujuan terhadap Final Plan.
2. Organizing & Staffing = Penetapan tugas dan tanggug jawab pencapain atau pelaksanaan rencana kerja baik perorangan maupun dalam kesatuan kerja yang ada pada perusahaan.
3. Communicating & Coordinating = Membina untuk saling mengerti serta mencari alasan yang rasional untuk pemilihan sasaran dan tujuan perusahaan, serta penetapan batas-batas kewenangan dan syarat performance yang dibutuhkan guna mencapai tujuan tersebut.
4. Directing = Pemberian kewenangan untuk melaksanakan rencana kegiatan yang telah disetujui, memonotoring performance setiap individu maupun kesatuan kinerja serta pemilihan langkah-langkah yang di anggap perlu untuk perbaikan performance tersebut.
5. Measuring = Mengumpulkan data keuangan maupun nonkeuangan untuk mengukur tingkat kemajuan yang dicapai.
6. Controlling = Menyediakan informasi yang perlu untuk pengambilan kepuasan atau tindak lanjut apabila terjadi penyimpangan.
A. ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN KEGIATAN PERBANKAN
Sistem perencanaan yang baik sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diingikan oleh sebuah bank. Oleh karena itu jika kita berbicara soal laba, maka kita akan melibatkan faktor intern maupun ekstern pada bank itu sendiri. Di dalam anggaran itu juga akan membahas tentang bagaimana kebutuhan manajemen dan melaksanakan fungsinya yang berupa perencanaan, baik itu untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang (corporate plan), ataupun perencanaan yang bersifat Politis, Strategis, Taktis hingga dengan perencanaan Operasionil, dan semuanya telah dirumuskan dalam anggaran tersebut secara sistematis.
Adapun sifat-sifat anggaran sebagi berikut :
1. Perencanaan merupakan Anticipatory Decision Making, yaitu segala sesuatu yang akan dilakukan untuk masa yang akan datang harus telah dipertimbangkan. Sama halnya seperti Budgeting, past performance bersama situasi dan kondisi yang ada saat ini maupun proyeksi yang akan datang untuk di evaluasi secara sistematis guna mencari berbagai alternatif yang ada. Motif dari Anticipatory Decision Making itu sendiri lebih cenderung mengarah kepada keuntungan tertinggi yang akan dipilih.
2. Dikatakan oleh para ahli bahwa perencanaan merupakan SYSTEM OF DECISION maksudnya suatu perencanaan tidak boleh dilakukan dengan setengah-setengah karena keberhasilan suatu badan usaha begantung pada keserasian kinerja dalam perusahaan tersebut. Dalam mekanisme kerja anggaran di awali dengan analisa SWOT, Analisa CRITAL POINT, analisa keseimbangan faktor-faktor usaha, penyusunan target dan seterusnya yang disusun secara sistematis, dan pada tiap tahapan tersebut memerlukan keputusan yang bersifat integral.
3. Ciri rencana usaha yang lain yaitu harus bersifat komprehensif, maksudnya rencana tersebut disusun secara lengkap untuk masing-masing jenis kegiatan dan juga untuk setiap tingkat manajemen.
B. ANGGARAN SEBAGAI ALAT ORGANIZING
Dengan adanya perencanaan yang jelas untuk setiap jenis kegiatan usaha yang akan ditempuh oleh suatu bank tentu akan sangat membantu bagi manajemen bank dalam menyusun organisasinya. Hal ini dapat dipahami karena :
1. Proses penyusunan struktur organisasi akan berjalan dengan lebih mudah, efektif dan efesien jika adanya rencana yang jelas dalam pencapaian tujuan yang diharapkan, baik dari bentuk maupun sifat struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan operasionil dalam bank terhadap perencanaan tersebut.
2. Dengan adanya kejelasan rencana dan kegiatan yang akan di tempuh tentu akan memudahkan manajemen dalam menyusun uraian tugas (Job Discription) bagi setiap posisi yang ada pada struktur organisasi dan juga termasuk Line of Authority and Rensponsibility yang akan di susun.
3. Jika Job Discription dan Line of Authority and Rensponsibility dapat disusun dengan baik, maka manajemen akan menentukan kualitas dari setiap personalia dalam menduduki jabatannya masing-masing yang sesuai dengan rencan yang telah ditetapkan. Hingga dari adanya anggaran tersebut akan dapat diperoleh The Right Man in the Right Place.
4. Jika hal di atas dapat terpenuhi, maka Span of Control di organisasi dapat di atur sedemikian rupa dan diharapkan tidak ada satu bagian yang Over Loaded dan dibagian lain terlalu ringan tugasnya ataupun Over Laping.
C. ANGGARAN SEBAGAI ALAT COMMUNICATING ATAU COORDINATING
Dalam kondisi perbankan yang modern, yang menganut konsep Global Banking System tiap-tiap kegiatan dalam bank tersebut saling berkaitan erat, karena untuk menutupi jangan sampai terjadinya kebocoran bisnis antara bank dan nasabah kepada bank lainnya. Oleh karena itu, harus adanya komunikasi antara unit kerja yang satu dengan unit kerja yang lainnya. Adapun fungsi koordinasi dari anggaran yang dapat membantu manajemen untuk melaksanakan fungsi-fungsinya tersebut sebagai berikut :
1. Untuk memecahkan permasalahan pada masing-masing pihak. Karena kerjasama ini akan mendorong timbulnya komunikasi antara unit-unit kerja yang bersangkutan.
2. Karena adanya sifat-sifat jasa perbankan yang saling terkait. Mengingat unit-unit kerja telah mempunyai target usaha masing-masing, maka mau tidak mau setiap unit kerja akan memerlukan informasi suatu dana lainnya.
3. Untuk menjaga tingkat performance masing-masing unit kerja pada proposi yang telah direncanakan, agar tidak terjadi Overcapacity di suatu sisi dan Undercapacity di sisi lainnya.
Ketika akan menngadakan evaluasi, maka akan terlihat unit-unit kerja yang mengalami Favorable Variance atau Unfavorable Variace. Selanjutnya, masing-masing variance akan di analisa penyebabnya. Dan dari hasil analisa tersebut akan dijadikan bahan adjustment terhadap kegiatan masing-masing unit kerja.
D. ANGGARAN SEBAGAI ALAT DIRECTING ATAU ACTUATING
Setelah suatu anggaran selesai disusun dan disahkan sebagai rencan kerja oleh Dewan Direksi atau Dewan Komisaris dari bank yang bersangkutan, maka anggaran tersebut mempunyai kekuatan Formal atau kekuatan Yuridis bagi anggota manajemen bank yang bersangkutan untuk dilaksanakan. Dengan adanya anggaran tersebut, anggota manajemen bank mempunyai alat serta wewenang untuk memcapai sasaran dengan melalui perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Top Manajemen kepada Midle Management, kemudian perintah dari Midle Management kepada Lower Management. Di tinjau dari sudut administrasi keuangan, maka anggaran juga merupakan wewenang untuk mengeluarkan atau membayar sejumlah tertentu untuk pembayaran suatu pengeluaran tertentu yang telah di atur di dalam anggaran.
Selain itu, adanya anggaran juga sangat bermanfaat bagi manajemen bank dalam menyusun Policies, Strategis dan Taktis yang akan di tempuh dalam usaha kegiatan sehari-hari. Di samping itu juga, apabila terdapat pergantian anggota manajemen, maka anggota manajemen yang baru tidak perlu ragu-ragu untuk melaksanakan keputusan-keputusan yang di ambil oleh pejabat sebelumnya karena telah adanya kerangka kerja yang jelas dan yang telah dirumuskan di dalam anggaran oleh anggota manajemen yang lama.
"BANK BUDGETING PROFIT PLANNING AND CONTROL"
Oleh : Teguh Pudji Muljono
Diterbitkan oleh Djambatan 1987