"Untuk melakukan sebuah pelayanan terbaik tidak perlu menunggu tangan yang kuat, tetapi yang jauh lebih penting adalah kekuatan hati untuk selalu ikhlas berbagi" Cheers

Contoh Curriculum Vitae (CV) / Daftar Riwayat Hidup

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, pada hari kemarin saya telah menyempatkan waktu sejenak untuk membagi tentang cara atau contoh surat lamaran kerja yang biasanya sering di pakai untuk pendaftaran masuk kerja di berbagai macam instansi, dan kali ini saya juga akan memberikan contoh tentang bagaiman pembuatan Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup, dimana di dalam surat lamaran kerja biasanya ada keterangan yang dibutuhkan selain sekedar surat lamaran saja yaitu salah satunya adalah Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup yang ada di bawah ini. silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya ya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CURRICULUM VITAE
( Daftar Riwayat Hidup )

DATA PRIBADI
Nama : Sadam Mustopa
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Palembang, 13 Februari 1991
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Kawin
Tinggi, berat badan : 160 cm, 50 kg
Kesehatan : Sangat Baik
Agama : Islam
Alamat lengkap : Jl. Objek Wisata Bali No. 21 Denpasar 80226
Telepon, HP : 0361xxxx - 08180xxxxx
E-mail : sadam12@gmail.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
1. Formal
1997 – 2003 : M.I Assalafiyah Sungai Pinang
2003 – 2006 : Mts. Pon-Pes Al Ittifaqiyah
2006 – 2009 : M.A.K Pon-Pes Al Ittifaqiyah
2009 – 2014 : Program Sarjana (S-1) Keuangan dan Perbankan Syariah Yogyakarta

2. Non Formal
1999 – 2000 : Kursus Bahasa Inggris di English First, Tanjung Raja
2007 – 2008 : Kursus Komputer di Academic Computer, Tanjung Raja
... tambahkan jika ada

KEMAMPUAN
Kemampuan Teknik Komputer dan Informatika (Maintenance, Teknisi, Jaringan, MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook, dll).
Kemampuan Internet.
... tambahkan jika ada

PENGALAMAN KERJA
Bekerja di PT. Maju Mundur Yogyakarta
Periode : Agustus 2010 - April 2013
Status : Pegawai Tetap
Posisi : Administrasi
... tambahkan jika ada

3. Uraian singkat pekerjaan :
Sebagai Computer Engineering dan Maintenance
Mengontrol jaringan komputer dan internet
... tambahkan jika ada

Yogyakarta, 13 Februari 2014
Hormat saya,


(tanda tangan)
Sadam Mustopa

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CURRICULUM VITAE
( Daftar Riwayat Hidup )

DATA DIRI
Nama : Aris Ali, A.Md
Tempat/tgl lahir : Pacubbe, 10 oktober 1984
Umur : 23 Tahun
Status Perkawinan : Belum Kawin
Kesehatan : Sehat
Golongan Darah : B
Tinggi Badan : 168 Cm
Berat Badan : 58 Kg
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam

PENDIDIKAN
Sementara dalam proses penyelesaian Pada Fakultas Tarbiyah Pendidikan Agama Islam dengan judul SKRIPSI “Adab pergaulan Siswa-siswi Ditinjau dari Sudut Pandang Ajaran Islam”
Program D3 GPAI Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar 2004-2006 dengan judul Karya Tulis Ilmiah “Strategi dan Tantangan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Era Global”.
SLTA/ MA Putra As’adiyah Sengkang Kab.Wajo 2002-2004
SLTP/ Mts Putera 1 As’adiyah Sengkang Kab. Wajo 1998-2002
SDN Maruge Kab. Kolaka Utara 1993-1998

PRESTASI AKADEMIK
UIN Alauddin Makassar
IPK : 3, 67
Judul Karya Tulis Ilmiah : ( Strategi dan Tantangan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Era Global )

PENGALAMAN ORGANISASI
Ketua Bidang kajian dan penalaran Forum Komunikasi Mahasiswa dan Alumni As’adiyah (Fkma As’adiyah) Kom UIN Alauddin Makassar periode 2006-2007
Ketua Forum Kajian Alumni As’adiyah 04 (NIRMALA)
Pengurus Lembaga Bahasa Inggris New Generation Club (NGC), Solidaritas English Meeting Club (SEMC),United English Forum (UEF) periode 2005-2006
Pengurus Lembaga Bahasa Arab al-wahdah limuhibby al-Lughat al-Arabiyah (Al-Wahyu) periode 2005-2006
Caretaker Rayon Tarbiyah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cab. Makassar 2006 
Pengurus Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (KEPMI BONE) periode 2005-2006
Ketua Bidang kajian dan penalaran Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone ( KEPMI BONE) komiasariat UIN Alauddin Makassar periode 2006-2007
Koordinator departemen Ke-Agamaan dan Ke-Ilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (BEM-F) UIN Alauddin Makassar periode 2006-2007
Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) UIN Alauddin Makassar periode 2007-2009
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Mahasiswa dan Alumni As’adiyah Pusat Makassar (PP.FKMA-As’adiyah) periode 2007-2009

PENGALAMAN KERJA
Instruktur Bahasa Arab pada Muasykar Lughawi Pendidikan Bahasa Arab 2005
Instruktur English Camp SMA se-Kabupaten Wajo 2005
Instruktur English Camp Mad. Aliyah DDI Tobarakka Kab Wajo 2005
Peserta English Fun at Loka Camp Bantaeng Regency yang dilaksanakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) 2004

Demikian ini saya nyatakan dengan sesungguhnya, bilamana dikemudian hari terdapat kesalahan dalam penulisan ini atau rekayasa, maka saya siap menanggung segala konsekuensinya.

                                                                                                                  Makassar, 19 Juni 2013

                                                  


                                                                                                                        A r i s A l i,  A.Md

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Curriculum Vitae

Data Pribadi / Personal Details

Nama / Name : Hendrik Triana
Alamat / Address : Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan Bantul, Yogyakarta
Kode Post / Postal Code : 55184
Nomor Telepon / Phone : +62857xxxxxxxx
Email : HendrikTry@ymail.com 
Jenis Kelamin / Gender : Laki-laki
Tanggal Kelahiran / Date of Birth : 20 Mei 1991
Status Marital / Marital Status : Single
Warga Negara / Nationality : Indonesia
Agama / Religion : Islam

  
Pendidikan Formal
2006 – 2009 : MAN Ciledug, Cirebon
2009 - : STEI Hamfara

Pengalaman Organisasi 
2004 – 2005 :  PRAMUKA
2006 – 2007 :  Pecinta Alam (KOPEL)
2009 – 2011 :  KAMMI Ar-Ruhul jadid

Pengalaman Bekerja
2009 – 2011 :  Jualan Roti Bakar


Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.

Yogyakarta, 15 Januari 2012
Hormat Saya



Hendrik Triana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikianlah contoh-contoh Curriculum Vitae/Daftar Riwayat Hidup yang bisa kita gunakan untuk memperlengkap dari surat lamaran kerja yang akan kita ajukan di instusi yang tentunya sudah sobat pilih.

Bab IX Anggaran Biaya Operasional

BAB IX
ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL

Mengingat bank merupakan suatu industri jasa di bidang keuangan maka pasti terdapat perbedaan dalam komponen biaya operasionil yang ada, oleh karena itu, bank akan membutuhkan dukungan dana untuk biaya operasionil maupun nonoperasionilnya. Dari tingkat efesiensi usaha dalam suatu bank akan menimbulkan perbedaan/perbandingan antara biaya bunga dana (interest exspense) dan biaya operasionil lainnya. Biaya bunga dana (interest exspense) dan biaya penghapusan debitur macet (pembahasan pada Bab VI dan Bab VII) merupakan komponen biaya terbesar dalam industry perbankan.
Biaya operasionil lain yang mempunyai porsi terbesar bagi setiap bank antara lain biaya tenaga kerja, biaya komunikasi, biaya pemasaran, biaya transportasi dan lain-lain. Biaya-biaya tersebut akan menjadi tanggung jawab bagi bank yang bersangkutan. Adapun bentuk-bentuk biaya yang harus dikeluarkan leh setiap bank antara lain meliputi :

A. Biaya Personil
Biaya personalia mempunyai banyak jenis dan variasi yang bermacam-macam. Biaya ini timbul sejak mulai recruitment, pendidikan/pelatihan sampai dengan pegawai yang bersangkutan meninggal. Berbagai macam biaya personil yang harus dikeluarkan oleh bank di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Pada Saat Recruiment Calon Pegawai :
- Biaya survey kebutuhan personil untuk tahun yang akan datang.
- Biaya konsultasi untuk perencanaan kebutuhan calon pegawai, calon manajer dan seterusnya.
- Biaya pemasangan advertensi di surat kabara.
- Biaya konsultasi untuk recruitment.
- Biaya pelaksanaan testing/seleksi calon pegawai, biaya koreksi.
- Biaya penyusunan materi testing dan lain-lainnya.

b. Pada Masa Propabilition Meliputi :
- Biaya pendidikan dan pelatihan.
- Biaya on the job training, studi tour.
- Biaya material untuk pendidikan latihan.
- Biaya akomodasi selama pendidikan.
- Biaya honorarium calon pegawai.
- Biaya honorarium dosen/pengajar.
- Biaya ujian, penyusunan laporan/teis.
- Biaya pengangkatan pegawai/penempatan pegawai, dan lain-lain.

c. Pada Masa Tugas Efektif Bank akan Mengeluarkan Berbagai Macam Biaya antara Lain :
- Gaji pegawai yang bersangkutan secara buanan.
- Pajak penghasilan yang ditanggung oleh bank.
- Pakaian seragam, pakaian kerja, pakaian dinas.
- Tunjangan transpor, perumahan, kesehatan, cuti dan tunjangan hari raya/hari keagamaan.
- Bonus, tantien, jasa produksi.
- Credit call baik annual fee maupun biaya yang dikeluarkan.
- Biaya untuk propesional membership.
- Biaya untuk langganan majalah surat kabar, dan masih banyak yang lainnya.

d. Pada Masa Pensiun :
- Gaji pensiun bulanan/limpsum.
- Pembayaran tunjangan hari tua.
- Biaya perawatan kesehatan dan asuransi kesehatan.
- Tunjangan rumah tangga, dan lain-lain.

Setiap bank akan berbeda-beda dalam menentukan/memberikan jenis konspesasi, gaji, fringe benefit kepada para pegawai dan pejabatnya. Selain dari itu, jenis konspensasi, gaji, fringe benefit yang akan diberikan juga dibedakan menurut ranking, kepangkatan, tingkat jabatan yang ada. Semakin tinggi ranking atau tingkat jabatan seseorang maka semakin tinggi pula imabalan yang akan diterima, hal ini diharapkan akan meningkatkan performance yang lebih baik dari setiap pegawai dalam suatu bank. Agar biaya personil tersebut dapat disusun dengan baik, maka perlu disusunnya kebutuhan personalia dalam suatu bank menurut jenis spesialisasi/jabatan yang diperlukan. Berbagai macam jenis spesialisasi/jabatan yang diperlukan dalam operasionil sehari-hari antara lain :
- Presiden Komisaris.
- Komisaris.
- President Director/Direktur Utama.
- Executive Vice President/Managing Director.
- Senior Vice President/Head Group/General Manager.
- Deputy General Manager.
- Area Manager/Kepala Wilayah.
- Vice President.
- Auditor/Chief Auditor sampai dengan Audit Clerk.
- Dealer/Tander.
- Relationship Manager/Account Officer.
- Customer Service Officer.
- Loan Officer.
- Head Teller-Teller.
- Loan Administration.
- Trade Service Officer.
- Clearingmen.
- Computer Programer, System Analist.
- Computer Operator.
- Project Identification/Marketing Officer.
- Accountant.
- Lawyer/Ahli Hukum/Penasihat Hukum.
- Communication Operator.
- Clerk/Pegawai Tata Usaha.
- Driver.
- Security officer/Satpam.

Dari perincian yang telah ada akan lebih memudahkan untuk menghitung berapa biaya personalia yang akan dikeluarkan, sebab :
- Masing-masing jabatan/profesi sudah mempunyai ancar-ancar pasaran gaji/penghasilan/fringe benefit/konspesasi yang lazim dibayarkan oleh suatu bank kepada para pegawainya tersebut.
- Isian jumlah personalia/jabatan dapat diketahui tinggal mengalikan dengan gaji/penghasilan yang diperlukan.

Di samping itu juga jenis-jenis pengeluaran dapat dipakai untuk perencanaan keperluan biaya personalia yang dibutuhkan. Setelah selesai disusun jenis jabatan, standar gaji/fringe benefit, jenis-jenis pembayaran yang dberikan dapat disusun rekapitulasi anggaran biaya personalia sebagai bagian dari komponen biaya operasionil bank.

B. Biaya Marketing/Pemasaran
Seperti yang telah diketahui bahwa marketing merupakan suatu proses pemberian kepuasan kepada para nasabahnya dengan suatu laba yang diperoleh bank. Pengertian pemberi kepuasan yang dimaksud memiliki dimensi yang luas antara lainnya menyangkut :
- Kualitas produk dan jasa yang diberikan.
- Kecepatan proses pelayanan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
- Tingkat harga (tingkat suku bunga, suku bunga dana, selisih kurs, komisi/fee) yang dapat diterima oleh nasabah.
- Kemudahan dan kenyamanan nasabah ketika menghubungi bank untuk melakukan suatu transaksi.
- Tersedianya informasi yang jelas tentang spesifikasi/terms and condition dari produk dan jasa yang ditawarkan.
- Tersedianya fasilitas berupa sarana fisik yang memadai maupun jenis variasi produk dan jasa dalam sebuah bank.
- Adanya Company image yang baik, sehingga merupakan kebanggaan serta rasa aman bagi seorang nasabah.
- Dan lain-lain.

Adapun kegiatan atau fungsi marketing antara lain :

a. Di dalam Kaitannya dengan Penciptaan Produk yang Berkualitas
1. Melakukan market research untuk mengetahui
- Customer needs
- Posisi bank di dalam pasar
- Jenis produk dan jasa yang dapat diciptakan dan di jual untuk memenuhi customer needs
- Volume kebutuhan akan suatu produk dan jasa yang dapat dipasarkan
- Segmen pasar yang akan direkut/dituju
- Tingkat harga yang dapat dipasang pada produk dan jasa yang akan ditawarkan kepada para nasabahnya oleh bank-bank pesaingnya
- Marketing channels yang akan ditempuh.
2. Product design dan development
- Penciptaan produk dan jasa baru yang dapat dihasilkan oleh bank sesuai dengan profisionalisme para stafnya, serta sesuai dengan sarana yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan para nasabahnya.
- Melakukan perbaikan, modifikasi produk dan jasa lama yang sudah ada agar dapat lebih berorientasi ke pasar dan dapat memperpanjang life cyclenya atau lebih dapat menarik para calon nasabah baru.

b. Perbaikan Proses Product Placement
Agar produk dan jasa dapat dijual kepada para nasabahnya untukmencapai segment pasar yang dituju, maka diperlukan product placement yang tepat antara lain meliputi :
1. Network Development/Pengembangan jaringan Kerja
Untuk dapat mencapai target yang ingin dicapai tersebut maka perlu dikembangkan :
- Jaringan kerja yang sesuai dengan segmen pasar yang dituju, jumlah cabang dan ATM yang memadai.
- Office Layout yang memberikan kenyamanan kepada para nasabahnya.
- Sarana telekomunikasi yang memadai, tersedianya fasilitas phone banking faximilie, telex, telepon dan saluran telekomunikasi lainnya.
- Jumlah correspondent banking yang harus baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
2. System Prosedur Kerja
- System dan prosedur kerja yang efesien untuk tiap jenis produk dan jasa yang dijual kepada para nasabahnya.
- Organisasi dan pembagian wewenang yang dapat memberikan keputusan dengan cepat.
- Profesionalisme para petugas/pejabat bank di dalam menyampaikan produk dan jasa kepada para nasabahnya.

c. Promotion
Peran promosi menjadi sangat penting bagi sebuah bank, sebagai alat untuk menarik perhatian masyarakat terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh sebuah bank. Berbagai kegiatan dalam melakukan promosi meliputi :
- Perumusan pesan promosi yang akan dikomunikasikan kepada para nasabah/calon nasabah, perlu diingat bahwa pada hakikatnya nasabah tidak membeli produk maupun jasa tetapi lebih berorientasi kepada pemecahan ,asalah keuangan yang dihadapi serta pemuasan atas kebutuhannya.
- Penetapan target yang ingin dituju (segmen pasar) oleh bank di dalam memasarkan produk dan jasanya.
- Ada beberapa media promosi yang dapat dipilih untuk melakukan kegiatan promosi baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk gabungan yang lebih dikenal dengan istilah promotion mix. Medi promosi yang dapat ditempuh oleh bank antara lain meliputi:

1. Personal selling, yaitu proses pasar melalui hubungann tatap muka antara sales person (branch manager, relationship manager, account officer, customer service, teller, direksi bank, dan lain-lain) dengan nasabah (calon nasabah).

2. Iklan, yaitu suatu bentuk penyajian pesan promosi atas produk dan jasa yang akan dipasarkan yang dapat dilakukan melalui berbagai macam media ( saran promosi) antara lain :
- Billboard/papan reklam
- Advertisement/advertensi di mass media cetak di surat kabar
- Audio visual
- Outdoor promotion
- Direct mail
- Souvenir/gift
- Sponshorship
- Pemasangan banner/spanduk
- Entertainment
- Seminar/presentasi
- Pameran

3. Public Relation, yaitu salah satu bentuk promosi penjualan dengan menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat luas pada umumnya dan khususnya dengan para nasabahnya terutama di dalam menjaga citra perusahaan(company image) maupun citra akan produk dan jasa yang tersedia.

d. Proses Pricing
Yaitu strategi pemasaran menggunakan mekanisme penetapan harga produk dan jasa bank yang dipasarkan kepada konsumen. Apabila harga turun akan mengakibatkan penjualan semakin meningkat dan apabila harga menjadi naik volume penjualan akan menurun. Dengan demikian penetapan harga (tarif jasa-jasa perbankan) yang tepat diharapkan dapat memaksimumkan volume pemasaran yang akan diperoleh.

C. Biaya Komunikasi & Trasnportasi
Biaya komunikasi dan trasnportasi ini cukup tinggi karena bisnis bank memerlukan mobilitas operasionil yang cepat dan mempunyai frekuensi transaksi yang tinggi. Memang ada sebagian biaya komunikasi yang dapat dilimpahkan kepada pihak nasabah, tetapi banyak juga biaya komunikasi yang harus ditanggung oleh bank sendiri dan tidak dapat dilimpahkan pembayarannya kepada pihak nasabah. Adapun berbagai jenis biaya komunikasi dan transportasi yang perlu dianggarkan oleh setiap periode pembukuan dapatlah disajikan sebagai berikut :
a. Biaya Komunikasi itu sendiri meliputi :
- Biaya sewa post box dari kantor pos
- Biaya perangko temple
- Biaya perangko tera
- Biaya post paket
- Biaya courir service
- Biaya telepon lokal/interlokal
- Biaya faximilie
- Biaya telex
- Biaya telegram
- Biaya sewa satelit
- Biaya radio komunikasi, dan lain-lain.

b. Biaya Transportasi :
- Tiket pesawat domestic, internnasional
- Tiket kereta api/bus
- Tiket kapal laut
- Biaya parkir
- Biaya tiket jalan tol
- Biaya bahan bakar dan service
- Biaya driver, dan lain-lain.

Untuk penyusunan anggaran biaya komunikasi dan transportasi ini lebih sulit dilakukan prediksi performancenya, karena sifat biaya ini timbulnya kerna sebagai akibat kegiatan dari bidang-bidang utama dari bisnis bank itu sendiri. Ada berbagai kegiatan business utama bank yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan komunikasi ini, misalnya kegiatan transaksi yang terjadi pada Bidang Ekspor/Impor, Bidang Trafer, Draft, Collection dan lain sebagainya.

D. Biaya Operasional Lainnya
Adapun biaya operasionil lainnya yang dibutuhkan oleh bank untuk mendukung kelancaran usaha sehari-harinya antara lain :
- Biaya listrik, A/C, air
- Biaya alat tulis kantor
- Biaya keamanan/satpam
- Biaya cleaning service
- Biaya sewa tanaman hias
- Biaya makan-minum untuk karyawan
- Biaya pajak nama dan logo bank
- Dan lain-lain.
Macam-macam biaya tersebut bersifat tidak langsung (over head expenses) yang merupakan joint cost dan tidak dapat (sulit) dialokasikan kepada suatu jenis produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu bank. Sifat biaya opersionil ini sama halnya dengan biaya telekomunikasi dan trasnportasi yaitu sebagai supporting activities dari main business suatu bank. Namun secara teknis, ada beberapa macam jenis biaya yang sifatnya fixed cost yang tidak tergantung dari volume kegiatan usaha bank.


"BANK BUDGETING PROFIT PLANNING AND CONTROL"
Oleh : Teguh Pudji Muljono
Diterbitkan oleh Djambatan 1987

Contoh Surat Lamaran Kerja

       Bismillahirrahmanirrahiim

      Alhamdulillah...sudah banyak saudara saya yang ingin belajar hidup mandiri di jalan Mu ya rabb, semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kalian semua, amiin. Sebelum melihat contoh-contoh surat lamaran kerja yang saya sediakan di bawah ini, alangkah baiknya kita perhatikan terlebih dahulu cara penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar, berikut ini adalah beberapa susunan penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar :
  1. Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
  2. Struktur Surat Lamaran Kerja 
  3. Singkat, Padat, Informatif dan Tepat Sasaran 
  4. Beri Tanda Tangan Pada Surat Lamaran Kerja Anda 
  5. Surat Lamaran Kerja Harus Bersih dan rapih 
Dan berikut berbagai contoh Surat Lamaran Kerja seperti yang telah saya janjikan di atas :

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yogyakarta, 13 Februari 2014

Kepada
Yth Bapak Kepala Sekolah Islam Dwi Matra
Di-
Tempat

Dengan Hormat

Saya tertarik dengan info lowongan yang ada, oleh karena itu saya berminat untuk bekerja dan bergabung di perusahaan yang bapak/ibu pimpin. berikut ini saya sertakan data diri saya :

Nama : Elrahman
Tempat Tgl Lahir : Serang 09 September 1984
Agama : Islam
Pendidikan : S1Syari’ah + Akta IV Kependidikan IPK. 3,35 Lulus Tahun 2003
Perguruan Tinggi : Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Alamat : Jl. M. Yusuf Link. Kubanglesung Rt. 01/1 Tamanbaru Citangkil Kota Cilegon                                           Banten.
Telp/HP : +628

Pengalaman kerja :

1. Staf Adm LKBHI di Jogyakarta Tahun 2004
2. Marketing pada Asuransi Bumi Putera di Cilegon Tahun 2005
3. Tenaga Pengajar di SMU swasta di Cilegon Tahun 2005-2011
4. Fasilitator PPK di Serang Banten Tahun 2004-2011

Demikian Biodata singkat dari saya, semoga Bapak/Ibu dapat menerima saya sebagai karyawan di perusahaan yang dipimpin.

Atas segala perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan banyak terima kasih.
                                                                                                                          Hormat saya




                                                                                                                         Elrahman


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, 13 Februari 2014


Kepada
Yth. Bapak / Ibu Pimpinan
Toko Elektronik Deluxior

Dengan hormat

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, bahwa perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin saat ini memerlukan pegawai sebagai Karyawan. Oleh karena itu saya mengajukan permohonan untuk mengisi posisi tersebut.

Saya tamatan SMK, belum menikah, jujur, disiplin, berpenampilan menarik, bertanggung jawab, serta dapat bekerja sama dalam tim maupun individual.

Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/ Ibu bersama ini turut saya lampirkan :

1. Foto Copy Ijazah Terakhir : 1 Lembar
2. Pas Photo 4 x 6 : 1 Lembar
3. Foto Copy KTP : 1 Lembar
4. Daftar Riwayat Hidup : 1 Lembar

Demikianlah surat permohonan kerja ini saya buat dengan sebenar-benarnya, besar harapan saya sudilah kiranya Bapak/Ibu dapat menerima saya bekerja di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian Bapak/Ibu sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

                                                                                                                                    Hormat Saya



                                                                                                                                        (nama)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, 13 Februari 2014


Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada
Yth. Pimpinan Pizza Rakyat

Dengan hormat,

Dengan ini saya mengajukan diri untuk melamar pekerjaan pada perusahaan yang Bapak pimpin. Dan untuk ditempatkan pada salah satu perusahaan yang Bapak kelola.
Data singkat saya, seperti berikut :

Nama : Bambang Sutidojo
Tempat & tgl. lahir : Cirebon, 20 Mei 1991
Pendidikan Akhir : MAN 1 Ciledug, Cirebon Timur
Alamat : Dusun Kenalan, Desa Bangunjiwo kec. Kasihan Bantul, Yogyakarta

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

1. Curriculum Vitae (CV)
2. Foto Copy KTP

Demikian surat lamaran Kerja ini, sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu. Besar harapan saya untuk bisa diterima pada perusahaan Bapak


                                                                                                                                    Hormat saya



                                                                                                                                Bambang Sutidojo

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanjung Raja, 13 Februari 2014


Hal : Lamaran pekerjaan
Lampiran: 1 berkas ( tergantung jumlah berkas yang ada dilamaran )

Kepada
Yth. Kepala bagian personalia
PT. lebih hidup dot com
jalan kunyit no 5 surabaya
di tempat

Dengan hormat
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Kurnia Safitri
Tempat tanggal lahir : Lamongan, 18 mei 1989.
Pendidikan terakhir : Smk N 1 Surabaya jurusan mesin industri.
Status : Belum Kawin.
Alamat : Jln. kacang ijo no 5 surabaya.
no HP : +628

Bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu bersama surat ini saya lampirkan.

1. Daftar riwayat hidup.
2. Fotocopy ijazah pendidikan terakhir.
3. Fotocopy SKCK dari kepolisian.
4. Fotocopy Kartu identitas.
5. Surat pengalaman kerja.( bila ada )
6. Pas foto ukuran 4x6 .

Demikian surat lamaran ini saya ajukan. Besar harapan saya dapat diterima bekerja diperusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian dan waktu yang di berikan saya ucapkan banyak terima kasih.


                                                                                                                                            Hormat saya




                                                                                                                                          Kurnia Safitri


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bekasi, 13 Februari 2014 


KEPADA:
Yth. Bapak/Ibu Bag. Personalia 
PT. UNTUNG MULIA 
Jl. Indahnya 1 Blok AA kawasan industri, Jawa Barat 17730

Dengan hormat
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

Nama :
Tempat/tgl lahir :
Warga Negara :
Agama :
Alamat sekarang :
No. Tlp :

Bersama ini saya mengajukan lamaran kerja melalui perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan persaratan sebagai berikut:

1.  Pas photo warna 4x6 2 lembar
2.  Foto copy KTP
3.  Foto copy Ijazah
4.  Foto copy SKHUN
5.  Foto copy Trankrip nilai
6.  Foto copy kartu kuning
7.  Foto copy SKCK
8.  Foto copy sertifikat-sertifikat (PKL DLL kalau punya)
9.  Foto copy akta kelahiran
10. Daftar riwayat hidup

Demikian surat lamaran ini saya buat, besar harapan saya Bapak/Ibu dapat mempertimbangkan. Atas perhatiannya, kebijaksanaan dan dikabulkan permohonan ini saya ucapkan terima kasih.

                                                                                                                                             Hormat saya




                                                                                                                                                 (nama)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikianlah contoh-contoh surat Lamaran Kerja yang bisa kita gunakan untuk melamar pekerjaan di instansi yang tentunya sudah kalian inginkan, semoga sukses ya.

Contoh Surat Lamaran CPNS

Bismillahirrahmanirrahim
     Kali ini saya ingin membantu saudara-saudara ku yang ingin ikut tes CPNS, berikut surat lamaran kerja yang bisa digunakan untuk mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam tes CPNS tersebut.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yogyakarta, 13 Februari 2014


Kepada yth :
Bapak/Ibu Menteri Keuangan
………………
di -
Yogyakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : ……….
Tempat,tgl lahir : …………
Usia pada tanggal 13/02/2014 : ….Tahun, … bulan
Jenis kelamin : …………
Agama : …………….
Pendidikan/Jurusan : S-1 ………………
Alamat : ………………
Nomor telepon/HP : ………………

Dengan ini menyampaikan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar kiranya dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan, dengan jabatan……………………(kode jabatan : ……….).
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan :
  1. Foto copy Ijazah terakhir beserta transkripnya yang telah dilegalisir masing-masing 1 (satu) lembar,
  2. Pas photo ukuran 3×4 cm sebanyak 4 (empat) lembar,
  3. Foto copy Kartu Pencari Kerja (AK. I) yang telah dilegalisir sebanyak 1 (satu) lembar.
Demikian permohonan ini disampaikan, besar harapan Saya kiranya Bapak/Ibu dapat mempertimbangkannya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.



Hormat Saya

(nama)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

     Demikian surat lamaran bagi yang ingin ikut serta dalam ajang tes CPNS di tiap daerahnya, semoga bermanfaat ya.

BAB VI ANGGARAN BIDANG KREDIT

BAB VI

ANGGARAN BIDANG KREDIT

Kredit bagi setiap bank mempunyai arti yang strategis dalam pengembangan business bank yang bersangkutan. Berbagai manfaat besar dari kredit dalam perbankan itu sendiri sebagai berikut :

1. Sebagai sumber pendapatan yang terbesar yang berupa bunga;

2. Untuk menjaga solvabilitasnya karena kredit merupakan salah satu bentuk penyaluran dan bank yang terbesar;

3. Kredit dipakai sebagai alat yang sangat baik untuk memasarkan produk dan jasa bank yang lain, bahkan sampai adanya kredit yang di anggap sebagai pendapatan Bungan yang sudah mubazir;

4. Dengan menyalurkan kredit akan mampu mengembangkan para stafnya untuk mengenal dunia business yang lainnya.

A. ARTI PENTING PERENCANAAN DAN ANGGARAN KREDIT

1. Adanya Persaingan Usaha yang Semakin Intensif
Beberapa lembaga keuangan yang menjadi pesaing bank dalam pemberian kredit antara lainnya seperti Leasing Company, Pasar Modal, Factoring Company, Discount Market, Asuransi dan lain-lainnya.

2. Perkembangan Geografis Usaha Bank
Dengan mendirikan cabang-cabang pada tingkat regional, nasional maupun dalam skala internasional diharapkan bank mampu memberikan pelayanan yang bail terhadap nasabahnya.

3. Perkembangan Perekonomian yang Cepat
Dengan adanya perkembangan teknologi dan komunikasi, maka pemberian kredit pun harus mengacu kepada perkembangan perekonomian yang mengarah kepada perdagangan internasional (financing International trade).

4. Perubahan Kebutuhan Jasa bank
Dengan mempersiapkan produk kredit dan derevativenya, diharapkan nasabah bank merasa puas dengan adanya produk dan jasa yang diberikan karena perkembangan perekonomian domestic ke international trade tersebut.

5. Perubahan Instrument dan Financing Method
Perkembangan kegiatan perekonomian, maka banyak sekali kebutuhan noncash loan seperti Trust Reciept, Stand by L/C, Red Clause L/C, dan sejenisnya untuk memback up kegiatan perdagangan dengan efesien.

6. Biaya Operasionil yang Semakin Tinggi
Biaya ini harus dapat ditekan dan dimanfaatkan secara optimum melalui perencanaan dan anggaran kredit.

7. Perkembangan Organisasi Bank
Dengan memberikan perhatian yang cukup dalam perencanaan kredit dan anggarannya diharapkan bank akan banyak memperoleh manfaat antara lain :

a. Perbaikan profit dalam arti luas
b. Perbaikan alokasi sumber dana dengan tepat
c. Perbaikan managerial skill
d. Sasaran usaha akan lebih jelas
e. Koordinasi dan komunikasi lebih baik
f. Meningkatkan self participation
g. Perbaikan system pengawasan

B. FAKTOR-FAKTOR VOLUME ANGGARAN KREDIT

Secara garis besar, ada dua factor yang bisa mempengaruhi besar kecilnya volume kredit dalam bidang kredit :
a. Faktor internal Bank

1. Sifat Usaha, Segment pasar Bank itu sendiri
2. Finacial Position
3. Source of Fund
4. Kualitaas Aktifa Produktifnya
5. Factor-faktor Produksi yang Tersedia di Bank

b. Factor –faktor Eksternal

1. Past, Present & Future Competition
2. Forecast of Economic and Business Activity
3. Subititusi Sumber Dana yang Ada
4. Karakteristk Usaha Nasabah
5. Situasi Sosial politik
6. Peraturan Moneter yang berlaku

C. PENETAPAN PLANNING ASSUMPTION

Adapun asumsi yang perlu ditetapkan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran dibidang kredit ini meliputi :

a. Pola Permintaan Kredit
Pola permintaan kredit ini dapat ditinjau dari 2 sudut yaitu dari nasabah debituryang saat ini telah memperoleh kredit dan yang kedua dari masyarakat luas atau potential customer yang pada saat ini belum memeroleh kredit.

1. Permintaan Kredit Tambahan dari Debitur
Pola permintaan kredit atau tambahan kredit dari debiturnya yang telah ada dapat diketahui dari para account officer/relationship manager, karena mengenal dengan baik business para nasabahnya.kebutuhan dimonitor dengan costumer sheet yang dipegang oleh account officer.

2. Untuk Nasabah Debitur Baru
Calon debitur baru kegiatannya sudah dapat di monitor sejak yang bersangkutan menjadi pemegang rekening giro. Informasi ini dapat diperoleh dari para customer service yang mengelola para nasabah girant dan dari marketing officer atau dari project identification yang ada pada bank tersebut.

Dari kedua hal di atas kiranya bank sudah dapat memperkirakan berapa besarnya demand produk kredit yang diperlukan oleh para nasabahnya yang telah ada dilingkungan bank.

b. Tingkat Perkembangan Perekonomian yang Akan Datang
Kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh para nasabahnya dimuka akan berhasil kalau didukung oleh lingkungan usaha baik regional, nasional maupun internasional.

c. Tingkat Perkembangan Sosial Politik
Penilaian tentang kondisi perekonomian dan social politik atas suatu Negara masing-masing disebut sebagai Country Risk atau Resiko Mananam Modal. Bila Country risk meningkat, maka resiko untuk menanamkan investasi modal pada Negara yang bersangkutan juga semakin tinggi.

d. Interest Rate dan Cost of Fund
Tinggi rendahnya biaya dana juga mempunyai pengaruh yang langsung terhadap gairah para pengusaha untuk melakukan penanaman dananya/ekspansi usahanya.

e. Besarnya Profit yang Diinginkan
Target laba dapat dijadikan salah satu acuan untk menetapkan besarnya volume kredit yang akan dipasarkan tahun-tahun yang akan datang.

f. Tingkat Risiko Usaha yang Dapat Diterima
Sebagaimana seperti usaha lainnya, proses pemberian kredit ini juga dihadapkan dengan risiko akan mengalami kegagalan dan nasabah tidak dapat mengembalikan pokok maupun bunganya. Untuk menutup risiko ini perlu disusun “Cadangan bad Debt” atau cadangan aktifa produktif.

g. Critical Point Faktor Produksi
Untuk dapat mencapai sasaran usahanya harus dikaji kembali sarana yang tersedia apakah terdapat hambatan yang tidak dapat dipecahkan? Sarana usaha atau factor produksi yang perlu diperhatikan tersebut meliputi :

1. Market
2. Man
3. Management
4. Money
5. Methods
6. Macro Economic
7. Mentality
8. Material
9. Machine

Masing-masing factor di atas harus mempunyai capacity yang seimbang satu sama lainnya dan dapat digambarkan sebagai gelang mata rantai yang harus sama kokohnya.

h. Posisi Financiil Bank yang Ada
Maksudnya adalah tingkat CAR, ATMR, LDR, NOP, % KUK, MAX LLL ke enam komponen ini akan menjadi batas ekspansi. Untuk itu perlu diperkirakan posisi finansiil untuk ttahun yang akan datang karena ekspansi tersebut terbatas pada unsur-unsur tersebut.

D. PENGKAJIAN RESIKO

Pengkajian risiko ini juga dalam rangka memilih sector ekonomi, jenis-jenis usaha yang akan dibiayai kredit. Serta dalam rangka diversifikasi portopolio kredit jangan sampai menumpuk pada satu atau beberapa sector saja. Adapun risiko-risiko yang perlu dibahas disini antara lain :

a. Risiko Sifat Usaha
b. Risiko Grafis
c. Risiko Musim/Waktu
d. Risiko Politis
e. Risiko Moneter
f. Risiko Persaingan
g. Risiko Uncertainty

E. JENIS-JENIS KREDIT

a. Jenis-jenis Kredit Menurut Objek yang Dibiayai
Jenis-jenis kredit dapat dibedakan mengenai objek yang dibiayai oleh bank yang sesuai dengan sifat pengunaan dana pada perusahaan yang bersangkutan. Berkaitan dengan prinsip pembelanjaan (financing) yang di bahas pada Bab V, maka jenis-jenis kredit tersebut dapat dibedakan menjadi 3 hal :

1. Kredit Investasi/Invesment Credit/Term Loan
Yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai perdagangan barang-barang modal dimana modal tersebut tidak habis dalam cycle usaha.

2. Kredit Modal Kerja
Sering juga disebut working capital loan, kredit eksploitasi, atau kredit rekening Koran yaitu suatu kredit yang digunakan untuk membiayai keperluan perputaran usahanya untuk penngadaan bahan baku, biaya tenaga kerja, overhead, persediaan, piutang dagangnya.

3. Non Cash Loan
Sering nasabah yang belum memerlukan uang tunai dalam melakukan bisnisnya, karena barang yang dipesan belum tiba atau belum terjual tetapi disisi lain rekan bisnis nasabah mengharapkan adanya kepastian pembayarannya. Jenis fasilitas non cash loan ini antara lain dikenal sebagai bank garansi, Stand By L/C, Fasilitas Impor, Trust Receipt, Usance L/C, Local L/C.

b. Menurut Jenis Valuta

c. Jenis Kredit Menurut Sumber Dananya

1. Kredit dengan dana dari bank
2. Kredit dengan dana likuiditas Bank Indonesia
3. Kredit Konsorsium
4. Kredit sindikasi
5. Two step loan
6. Buyer’s credit
7. Kredit kelolaan (channeling credit)

d. Jenis Kredit menurut Sektor Ekonomi

1. Sector pertanian, perkebunan, perikanan
2. Sector pertambangan
3. Sector perindustrian
4. Sector konstruksi, property
5. Sector perdagangan
6. Sector pariwisata
7. Sector transfortasi, komunikasi
8. Dan lain-lain

e. Jenis Kredit menurut Sifat Perputaran Dana yang Dipelukan

1. Kredit denga Declining Balance
2. Revolving Credit
3. Selfliquidating Credit
4. Jenis Kredit dengan Plafond Terikat

f. Jenis Kredit Menurut Wewenang

g. Jenis Kredit dalam Rangka Pelaksanaan Fungsi Bank Sebagai Agent of Development

1. Kredit usaha kecil dan kredit kelayakan usaha
2. Kredit kepada koperasi
3. Kredit kepada perusahaan inti rakyat

F. PENETAPAN SASARAN PERENCANAAN DAN ANGGARAN KREDIT

Ada beberapa sasaran yang dapat dipakai sebagai target dalam ekspansi kredit antara lain:

a. Untuk Mendapatkan Interest Income

b. Untuk Penetrasi Pasar

c. Untuk Mengembangkan Bisnis Bank yang lain

d. Untuk Memasarkan Idle Capacity dan emaksimalkan organisasi bank

e. Untuk Pelaksanaan Fungsi Bank Sebagai Agent of Development

f. Untuk Pengembangan Segmen Pasarnya


G. PERHITUNGAN ANGGARAN KREDIT

Dalam penyusunan perhitungan volume kredit yang akan dipasarkan dikemudian hari perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan (approach) yang perlu dipilih sesuai dengan situasi dan kondisi dari bank yang bersangkutan. Ada beberapa approach yang dapat dipaki disini antara lain :

a. Approach Dana

b. Market Approach

1. Statistical technic
2. Industrial Relationship
3. Market Share
4. Corollary Tehnic
5. Relationship Business
6. Equilibrium Supply dan Demand
7. Market Faktor
8. Market Test

c. Target Approach

1. Target Laba yang harus Dicapai
2. Target Market Share
3. Target Diversifikasi
4. Target Perbaikan Kualitas Kredit

H. PERENCANAAN PENDAPATAN KREDIT

Ada beberapa jenis pendapatan yang mungkin dapat diperoleh dari kegiatan perkreditan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung perlu untuk dianggarkan.

a. Bentuk-bentuk Anggaran Pendapatan Kredit

Bentuk pendapatan kredit lainnya yang bersifat tidak langsung antara lain dari

Ø Retour Komisi
Ø Bebagai macam jasa pihak ketiga antara lainnya dari Konsultan, Notaris, Appraisal, Lawyer dan lain-lain.

b. Mekanisme Penetapan Suku Bunga Kredit

Dalam penetapan suku bunga kredit yang dikennakan kepada nasabah maka perbankan paling tidak harus memperhatikan tiga hal yaitu :

Ø Komposisi biaya dana dan kondisi dari bank yang bersangkutan
Ø Bargaining position dari nasabah
Ø Market price yang berlaku

Adapun bentuk-bentuk pendekatan loan pricing dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Cost Plus Pricing Approach

2. Penetration Pricing Approach

3. Marginal Pricing Approach

4. Market Pricing Approach

5. Skiming Pricing Approach

6. Relationship Pricing Approach

I. ESTIMASI BIAYA KREDIT

Adapun jenis-jenis biaya yang perlu disusun anggarannya dengan cermat meliputi :

a. Anggaran biaya dana yang dipakai untuk pembelanjaan kegiata Bidang Perkreditan. Ada berbagai jenis biaya dana yang erat kaitannya dengan proses pemberian kredit antara lain:

1. Cost of Borrowing
2. Cost of Mixed Fund/Bleded Fund
3. Cost of Lonable Fund
4. Cost of Fund
5. Cost of Money
6. Cost of Operable Fund (Cost Investable Fund)

b. Anggaran Biaya Personalia

c. Biaya Penghapusan Debitu Dubious

d. Bank Premisses Expenses

e. Material dan Office Supplies

f. Profesional Expenses

g. Marketing Expenses

h. Office Expenses

J. REKAPITULASI ANGGARAN KREDIT

Dibawah ini akan disajikan beberapa bentuk tabulasi/rekapitulasi dari anggaran kredit yang dapat disajikan sebagai berikut :

a. Anggaran Menurut Jenis Kredit yang Diberikan

b. Anggaran Kredit Menurut Sektor Ekonomi

c. Anggaran Kredit Menurut Cabang Pemberi Kredit

d. Anggaran Pendapatan dan Biaya Kredit


"BANK BUDGETING PROFIT PLANNING AND CONTROL"
Oleh : Teguh Pudji Muljono
Diterbitkan oleh Djambatan 1987

BAB VIII ANGGARAN NON EARNING ASSETS

BAB VIII

ANGGARAN UNTUK NON EARNING ASSETS

Nonearning assets tetap diperlukan dalam perbankan sebagai alat pendukung kegiatan operasionil sehari-hari dari setiap bank dikarenakan :

- Nonearning assets dari monetery assets terutama yang berupa cash assets/callable assets akan mempunyai fungsi sebagai alat likuiditas bagi setiap bank.

- Nonearning assets yang berupa physical assets ini seerti tanah, gedung, kantor, furniture, computer, office equipment, sarana komunikasi dan transportasi dan lain-lain juga sangat diperlukan oleh bank, baik sebagai lambing prestige, maupun sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan operasionil sehari-hari.

A. ANGGARAN CASH ASSETS

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cash assets bagi bank mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai alat likuiditas dan sebagai alat atau barang yang diperdagangkan oleh bank untuk mendapatkan penghasilan (revenue). Antara likuiditasa dengan penghasilan (rentabilitas saling bertentangan, sebab likuiditas yang tinggi akan menyebabkan rentabilitas yang rendah, sedagkan likuiditas yang rendah akan mengacaukan pelayanan bank kepada para nasabahnya.

a. Berbagai Bentuk Cash Assets Bank

Cash assets sering juga disebut sebagai callable assets ataupun sebagai liquid assets yaitu merupakan aktiva bank yang tingkat likuiditasnya sangat tinggi dan dapatdipersamakan sebagai uang kas. Secara spesifik cash assets dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Uang Kas (Bank Notes)

2. Emas Logam Mulia

3. Giro pada Bank Indonesia

4. Giro pada Bank Lain

5. Penempatan pada Bank Lain

6. Surat-surat Berharga

7. Deposit on Call

8. Deposit Berjangka pada bank Lain

9. Margin Deposit

b. Arti Penting Anggaran Cash Assets

Adapun manfaat anggaran cash assets ini dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Untuk Menjaga Likuiditas Bank

Bank harus mampu menjaga likuiditasnya dengan baik supaya kepercayaan masyarakat dapat terjaga. Secara kualitatif suatu bank yang dikatakan likuid apabila :

1) Memiliki cash assets yang memadai untuk membayar kembali dana para deposan atau untuk menyediakan dana terhadap para direktur serta membayar kewajiban lainnya yang telah jatuh tempo.

2) Memiliki cahs asses yang marketable, maksudnya bank tidak harus selalu menyediakan dalam bentuk uang kas yang besar, tetapi dapat menyediakan surat-surat berharga dan lain-lain yang sifatnya dapat dipasarkan sewaktu-waktu tanpa mengalami kerugian yang berarti.

3) Memiliki kemampuan menciptakan cash assets yang baru, yaitu dengan menciptakan utang-utang baru baik melalui penerbitan obligasi ataupun surat-surat berharga lainnya.

Secara kuantitatif bank yang likuid dapat juga dimanifestasikan dengan berbagai macam ratio likuiditas seperti Cash Ratio, Quiqk Ratio, Investing Policy Ratio, Banking Ratio, Loan to Deposit Ratio, Assetsto Loan Ratio Investment Risk Ratio, Liquidity Risk Ratio dan lain-lainnya.

2. Untuk Perencanaan Sumber Dana

Ada berbagai sumber dana yang perlu mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang baik agar dapat menghasilkan cash assets yang optimal dan ini merupakan sumber-sumber yang dapat menciptakan cash assets tersebut, antara lain :

1) Penerimaan tunai dari berbagai macam kondisi/fee atas jasa-jasa yang diberikan oleh bank kepada para nasabahnya.

2) Pendapatan tunai dari pembayaran bunga kredit maupun propisis/committmene fee dalam pemberian kredit kepada para nasabahnya.

3) Berbagai macam pendapatan tunai lainnya seperti pendapatan selisih kurs, retour komisi asuransi dan lain-lain.

4) Penerimaan tunai dari pelunasan kredit dari para debiturnya.

5) Penerimaan (pembayaran kembali) surat-surat berharga yang jatuh tempo beserta bunga maupun capital gain bila ada.

6) Penjualan aktiva bank yang di anggap tidak produktif/pencairan barang jaminan kredit yang dikusasai bank dalam rangka konpensasi.

7) Donasi dari para pemegang saham.

8) Tambahan utang dari para deposan, para pemegang obligasi dan lain-lain.

9) Sumber dana kerja.

Sumber-sumber dan yang diuraikan di atas pada hakikatnya merupakan sumber cash inflow ke dalam bank.

3. Untuk Perencanaan emakaian Dana

Bank sangat memerlukan cash asset/dukungan data dalam melakukan kegiatan-keigiatannya. Oleh karena itu bank perlu mengetahui dengan jalan penganggaran tunai yang harus dilakukakn dlaam kegiatan operasinya pada waktu yang akan datang. Berbagai macam kegiatan bank yang memerlukan dukungan cahs assets adalah sebagai berikut :

1) Untuk pembayaran biaya usaha, seperti gaji, sewa gedung kantor, dan biaya operasional lainnya.

2) Untuk pengadaan aktiva tetap, seperti computer, saran transportasi dan lain-lainnya.

3) Untuk pelunasan utang-utang bank kepada pihak ketiga, seperti para deposan, penabung, pemegang obligasi dan lain sebagainya.

4) Untuk pembayaran surat-surat berharga yang diterbitkan oleh bank termasuk pembayaran bunganya maupun capital loss yang ada.

5) Untuk pembayaran bunga dana kepada para giran, penabung, deposan dan lain-lain.

6) Untuk berbagai pembayaran kepada para pemilik modal seperti pembayaran deviden.

7) Pengeluaran-pengeluaran untuk promosi usaha seperti pemberian hadiah.

8) Pembayaran pajak.

9) Lain-lain pengeluaran


4. Untuk Pembentukan Reserve Requirement

Dengan semakin bertambahnya pesaing antara bank satu dengan bank lain, maka sudah seharusnya tiap-tiap bank memikirkan cara untuk menutupi resiko yang mungkin terjadi akibat persaiangan antar bank tersebut. Oleh karena itulah bank perlu menciptakan reserve requirement baik untuk tujuan operasionil maupun untuk memenuhi ketentuan penguasa moneter.

Secara umum ada 3 bentuk reserve requirement yang diperlukan oleh bank yaitu :

1) Legal Reserve Requirement, yaitu pembentukan, reserve minimum untuk likuiditas yang harus disediakan oleh setiap bank untuk memenuhi ketentuan ototritas moneter. Adapun cara hitungan persentase alat likuid secara mingguan baik dalam valuta rupiah maupun valuta asing dengan formula :
                                                  
                                                    Alat Likuid
Persentase Alat likuid : -------------------------------------- > 3%
                                            Juml. Dana Pihak Ketiga

2) Working Capital Reserve Requirement. Biasanya bank harus menyediakan alat likuid dalam jumlah yang lebih besar dari ketentuan, walaupun penyediaan dana tersebut sangat sulit sekali untuk dapat disusun tepat 3%. 

3) Cyclical Reserve requirement. Bank juga sangat memerlukan dana (cash assets) yang lebih besar pada tanggal-tanggal tertentu, seperti akhir bulan untuk pembayaran gaji karyawan, maupun cash assets apada saat menjelang libur panjang dan lain-lain.

c. Penyusunan Estimasi Cash Flow

Perlu disusunnya estimasi cash flow untuk menggabarkan gerak arusuang cash (cash assets) yang akan masuk dan keluar dari bank serta saldo pada akhir periode. Besarnya deficit maupun surplus yang terjadi dapat diketahui dari emitasi cash flow tersebut. Dalam penyusunan estimasi cash flow ini peril diperhatikan dan dibedakan dengan estimasi dari sources and use of fund seperti yang telah diuraikan pada Bab V. dalam estimasi cash flow disini yang dilihat hanya alat likuid yang benar-benar berupa uang tunai baik rupiah maupun valuta asing saja.

d. Rekapitulasi Anggaran Cash Assets

Dari jumlah saldo cash maka dapat dibuat rekapitulasi target/volume cash assets yang ada sebagai berikut :

ANGGARAN CASH ASSETS

PERIODE 19.A s.d. 19.B


No.
Uraian
PERIODE BULAN JANUARI
Anggaran
Realisasi
Variance Rp.
%
1


2


3
4
5
6
7
8
9
10
Uang kas
-          Rupiah
-          Valas (Eq Rp)
Emas (logam mulia)
-          Batangan
-          Cemmorative (coin)
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Lain
Penempatan pada Bank Lain
Surat-surat Berharga
Deposit on Call
Margin Deposit
Deposit Berjangka
Lain-lain





Jumlah






Saldo uang kas dan giro pada Bank Indonesia dan bank lainnya pada butir 1 di atas harus sesuai dengan saldo pada estimasi cash flow. Sedangkan komponen cash assets lainnya mempunyai likuiditas yang tinggi tetapi belum siap sebagai alat pembayaran tunai karena harus dicairkan terlebih dahulu oleh bank yang memiliki cash assets tersebut.

B. ANGGARAN AKTIVA TETAP

Dalam kegiatan perbankan sudah pasti akan banyak memerlukan sarana dan prasarana produksi yang diperlukan, walaupun telah dipahami bahwa sebagian besar aktiva bank berupa monetery assets dan proporsi fixed assets relative kecil, namun pengadaan fixed assets ini tidak boleh diabaikan karena biaya kativa tetap ini baik dalam bentuk biaya depresiasi , biaya sewa, biaya manitenance dan lain-lain akan membentuk biaya overhead bagi produk dan jasa bank yang dihasilkan. Dan biaya overhead tersebut harus ditekan sekecil mungkin agar bank tersebut mampu bersaing dengan bank-bank lain.

Adapun berbagai masalah dalam penyusunan anggaran aktiva tetap sebagai berikut :

a. Factor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Aktiva Tetap

Adapun berbagai faktor yang menjadikan adanya perbedaan antara bank satu dengan bank lainnya terhadap kebutuhan aktiva tetap sebagai berikut :

1. Company Image yang Akan Dibangun

Upaya pemeliharaan citra perusahaan merupakan salah satu unsur yang menjadikan adanya perbedaan dalam kebutuhan aktiva tetap oleh suatu bank, oleh karena itu sebaik mungkin suatu bank akan berupaya untuk membangun company image baik dari bentuk bangunan, warna, standar mobil untuk para eksekutif dan lain sebagainya. Dan tentu dengan upaya tersebut akan berakibat bertambah besarnya biaya investasi karena factor fungsi dari aktiva tetap yang akan dibeli tersebut menjadi ganda sebagai alat produksi dan company image yang sangat penting dalam proses pemasaran produk dan jasa suatu perbankan.

2. Rencana Ekspansi Network Cabang

Dengan adanya rencanan ekspansi network seperti membuka kantor-kantor cabang baru, memperluas jaringan ATM maupun EFTPOS(Elektronik Fund Transfer at Point Of Sale), akan mengakibatkan berkembangnya kebutuhan hardware dan software dari sarana komunikasi. Sebenarnya suatu bank tidk diharuskan untuk membeli sebuah gedung guna membua kantor cabang yang baru, karena dengan cara sewa maupun sewa beli gedung pun bank sudah bisa melakukannya asalkan lokasinya strategis dengan segmen pasar.

3. Sifat Usaha Bank/Jenis Usaha Bank

Secara garis besar, usaha bank dapat dikelompokkan ke dalam 2 hal yaitu retail bank dan corporate bank. Untuk bank yang bergerak di bidang retail akan memerlukan kantor cabang maupun ATM yang banyak untuk mempermudah palacement produk dan jasanya terhadap para nasabahnya. Kantor-kantor retail cabang tersebut tidak perlu dengan bangunan yang besar ukurannya dan memerlukan office layout yang sesuai untuk keperluan retail banking dimana perlu banking hall yang luas untuk teller dan customer service. Retail branch dapat dibedakan apakah fungsinya sebagai pengumpul dana atau sebagai penyalur kredit.

Kondisi tersebut berbeda untuk Corporate bank yang tidak perlu kantor cabag terlalu banyak, namun kantornya tetap memerlukan office space yang luas serta beralokasi di daerah bisnis, karena para nasabahnya adalah perusahaan korporasi/perusahaan skala menengah dan besar.

4. Perkembangan Teknologi

Mengingat pada abad ini teknologi berkembang semakin pesat, maka tidak heran jika suatu perbankan menggunakan beberapa diantara alat-alat tersebut seperti computer, sarana telekomunikasi dan office requipment untuk memberikan pelayanan yang lebih profisionalisme dan ini manjadi ketergantungan bagi bank dari sarana produksi di atas, juga karena adanya persaingan antarbank, maka investasi bank ke dalam computer dan sarana telekomunikasi maupun office equipment akan semakin besar. Sedangkan teknologi tersebut nilainya akan semakin menigkat diakibatkan produsen computer dan lain-lain selalu menghasilkan teknologi yang lebih canggih dari waktu ke waktu.dan untuk memenangkan persaingan tersebut, maka suatu bank akan mengganti sarana teknologi dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun kedepannnya supaya tidak ada yang meniru oleh pesaing lainnya dan biaya yang diperlukan harus dianggarkan terlebih dahulu.

5. Volume Usaha dan Frekuensi Transaksi

Untuk menampung jumlah transaksi yang banyak maka diperlukan staf yang sesuai dengan beban kerjanya masing-masing dan oleh karena itu, besarnya volume usaha dan frekuensi transaksi tersebut akan memerlukan sarana yang sebanding pula. Dengan semakin besarnya luas office space maupun kapasitas computer yang akan di beli akan mempengaruhi secara langsung biaya investasi yang harus dianggarkan guna pengadaannya.

6. Kondisi Aktiva Lama yang Ada

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bank memerlukan adanya dukungan dari penampilan gedung kantor, computer dan alat telekomunikasi yang dimiliki. Secara teknis, aktiva tetap yang lama masih dapat berfungsi dengan baik, akan tetapi oleh karena perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat, maka akan mengharuskan suatu bank untuk melakukan pembaruan dari alat-alat elektronik data processingnya tersebut

b. Bentuk Anggaran Pengeluaran untuk Aktiva Tetap

Adapun jenis-jenis pengeluaran biaya yang harus dilakukan oleh suatu bank untuk memperoleh atau pengadaan aktiva tetap agar bisa terua berfungsi guna menunjang kegiatan operasionilnya sehari-hari diantaranya :

1. Pengeluaran Biaya untuk Pembelian

2. Biaya Repair dan Maintenance

3. Biaya depresiasi

4. Declining Balance model

5. Composite Model

6. Biaya Sewa

7. Pajak

8. Penghapusan Aktiva Tetap

9. Biaya Asuransi


C. PEMILIHAN AKTIVE TETAP

Di dalam penyusunan rencana pengadaan aktiva tetap perlu diadakan penelitian untuk pemilikan aktiva tetap yang tepat guna, tepat biaya dan lain-lain. Ada berbagai pedoman yang perlu diperhatikan dalam pemilihan aktiva tetap tersebut antara lain :

a. Pertimbangan Kualitatif

1) Kualitas aktiva yang bersangkutan dibandingkan dengan merk-merk lain. Hal ini dapat diketahui dari pengalaman maupun informasi dari pihak lain.

2) Harga, biaya angkut, biaya instalasi.

3) Tersedianya spare parts di pasar lokal.

4) Kompatibilitas dengan sarana lain.

5) Biaya reparasi dan pemeliharaan.

6) Nilai jual kembali yang tinggi.

7) Tersedianya dealer/distributor tersebar luas.

8) Banyaknya pemakai peralatan tersebut.

9) Economical Life/Teknical Life yang panjang.

10) Reputasi merk dan lain-lain.


b. Pertimbangan Kuatitatif

1) Cost and Benefit Ratio Suatu Unit Aktiva

Yaitu perhitungan ratio antar cost yang dikeluarkan oleh bank untuk pengadaan aktiva tetap dan biaya eksploitasinya dibandingkan dengan anfaat yang diperolehnya selama economical lifenya.

2) Pengadaan Suatu Paket Aktiva Tetap

Dalam kondisis tertentu, pengadaan aktiva tetap ini dilakukan dalam rangka pembukaan kantor cabang baru atau unit yang lebih kecil pembukaan 1 unti Automatic Teller Machine, dimana unit kantor cabang baru atau 1 unit cabang tersebut menghasilkan berbagai sumber pendapatan dan juga menanggung berbagai macam jenis biaya.

D. REKAPITULASI ANGGARAN AKTIVA TETAP

Untuk mengetahui berapa biaya dan investasi yang akan dikeluarkan oleh bank untuk tahun/periode yang perlu disusun suatu rekapitulasi dari pengeluaran-pengeluaran yang akan langsung dibebankan kedalam biaya operasionil. Untuk keperluan ini manajemen bank perlu mengambil accounting policy, antara lain :

- Pengeluaran sampai sejumlah berapa yang dapat langsung dibebankan ke dalam biaya.

- Pengeluaran sampai sejumlah berapa yang harus dikatalisasikan ke dlaam aktiva tetap.

- Jenis-jenis pengadaan aktiva yang bagaimana yang dapat langsung dibebankan ke dalam biaya operasionil dan pengeluaran mana yang dapat dan harus dikapitalisasikan sebagai aktiva tetap.

E. PENDAPATAN PENGELOLAAN AKTIVA TETAP

Pada umumnya aktiva tetap yang dikelola oleh suatu bank bersifat cost centre, namun ada juga kemungkinan bank yang bersangkutan juga menyewakan kelebihan office spacenya kepada pihak ke-3, atau memberikan jasa pengelolahan data melalui komputernya yang mempunyai kapasitas berlebih. Pada umumnya pengelolaan office centre bank mempunyai status hokum atau badan usaha yang terpisah. Kalau memang demikian tidak perlu dimasukkan ke dalam anggaran bank yang bersangkutan.


"BANK BUDGETING PROFIT PLANNING AND CONTROL"
Oleh : Teguh Pudji Muljono
Diterbitkan oleh Djambatan 1987