"Untuk melakukan sebuah pelayanan terbaik tidak perlu menunggu tangan yang kuat, tetapi yang jauh lebih penting adalah kekuatan hati untuk selalu ikhlas berbagi" Cheers

Di Hening Malam Itu


do'a untuk ortu dan keluarga
      Di mulai dengan keheningan malam yang semakin larut, ketika sang rembulan bersembunyi dibalik kegelapan awan hitam yang berisyaratkan akan turunnya hujan dan aku hanya bertemankan sebuah cahaya yang selalu setia menemani ruangan yang penuh dengan kekosongan ini. Ku coba untuk pejamkan mata ini, namun aurah malam seakan enggan membiarkan mata ku terpejam, dingin yang semakin menusuk hingga ke tulang-tulang ini, membuat ku sulit untuk melepaskan penat di sekujur tubuh ini. Ketika semua tengah hanyut di alam mimpi mereka, aku masih sendiri, terdiam menatap kosong langit-langit tanpa bintang di luar jendela kamar ku. Hingga pukul 03 : 00 malam itu, aku masih terdiam, bingung, entah mengapa, sulit sekali rasanya untuk mebiarkan tubuh ini bebaring seperti semua yang tengah asik berperan dalam bunga tidur mereka. Takut waktu yang sia-sia ini terbuang begitu saja, akhirnya ku langkahkan kaki ini untuk membiarkan sebagian tubuh ku bersuci. Semua terlihat gelap dalam kasat mata ku, karna hampir semua cahaya di ruangan ini sudah dipadamkan. Setibanya di kamar mandi, ku beri sentuhan di kulit ini dengan air yang dinginnya sama seperti aurah tengah malam itu, kemudian ku ambil wudhlu dan setelahnya ku persiapkan diri untuk menghadap kepadaNya yang Maha Kuasa.
  Di setiap moment pasti ada suatu hikmah dibaliknya, “Mungkin, Tuhan lebih menganjurkan ku untuk menghadapNya terlebih dahulu, sebelum aku coba pejamkan mata ini di malam itu, fikir ku. Dan akhirnya ku padamkan cahaya di dalam kamar ku, kemudian ku laksanakan shalat malam di kegelapan sunyi yang semakin menambah kehusyukan ku ketika tengah bermunajat kepadanya. Setelah selesai shalat, ku coba sampaikan kepadaNya yang Maha Mengetahui tentang isi hati ku, ku curahkan semua apa yang ku harapkan dari ridhaNya, semua kebahagiaan untuk keluarga ku yang jauh disana. Ku coba bicara melalui hati ini dengan kepasrahan kepadaNya. Namun, tiba-tiba air mata ini menetes, entah mengapa malam itu aku teringat pada keluarga ku dalam kesedihan yang sangat mendalam, nenek, ibu, bapak, kakak dan adik ku nan jauh di sana. Kemudian ku do’akan segala kebaikan bagi mereka disana, dan tiba-tiba hati ini seakan semakin tertusuk sangat perih ketika ku ingat kedua orang tua serta keluarga ku kembali, dan air mata pun tak mampu terbendungkan lagi. Hingga akhirnya ku sadari, jika apa yang telah kuakukan selama ini, belum bisa membuat mereka bangga sedikit pun, jasa mereka pun belum terbalaskan sepersen pun, aku selalu meragukan apa yang ingin ku lakukan, hingga akhirnya yang ku perbuat menjadi sia-sia belaka.
  Aku takut akan kehilangan masa depan ku yang telah ku impikan semenjak kecil, aku takut jika tak bisa membuat mereka bahagia, seperti disaat mereka membuat ku bahagia di kala ku masih kecil yang belum tahu akan segalanya. Hingga dewasa ku tiba, seharusnya aku sudah meberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka, kepada Palawan ku di sana, yang tak pernah henti memberikan percikan demi percikan semangat mereka kepada ku. Dan di mulai dengan tulisan kecil ini, akan ku perjuangkan segala apa yang bisa membuat mereka bahagia, akan ku balas di setiap tetesan keringat mereka dengan kebahagiaan yang seharusnya mereka pantaskan, walaupun jasa-jasa mereka tak bisa terbalaskan dengan paruh waktu sampai akhir hayat ku, namun aku akan tetap mencoba, untuk menjadi bagian dalam kebahagiaan mereka, selamanya. Aku berjuang demi Ridha Allah serta keluarga ku dan juga sahabat-sahabat ku.

0 Comments
Tweets
Comments

0 komentar:

Post a Comment